Saturday, January 4, 2014

Ikan diskus

SISTEMATIKA HEWAN VERTEBRATA
Ikan Diskus (Symphysodon diskus)
Disusun guna memenuhi tugas akhir mata kuliah Sistematika Hewan Vertebrata
Dosen pengampu Dra. Hariyatmi, M.Si


Disusun oleh:
Lina Yekti Oktiningtiyas
A420110026



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2013
Ikan Diskus (Symphysodon diskus)
Discus adalah spesies ikan air tawar asli lembah Sungai Amazon, Amerika Selatan. Discus pertamakali dikenalkan pada tahun 1840 oleh Dr. Heckel dengan nama Symphysodon Discus. Varian Discus aslinya digolongkan ke dalam 3 jenis berdasarkan warna, yaitu Symphysodon aequifasciata aequifasciata (Green Discus), Symphysodon aequifasciata axelrodi (Brown Discus), dan Symphysodon aequifasciata haraldi (the blue variant). Seiring dengan semakin banyaknya orang yang tertarik memelihara Discus, bahkan di beberapa Negara di Asia, budidaya Discus telah menjadi industri besar. Dari situ banyak kegiatan penelitian dan usaha yang dilakukan untuk menghasilkan strains baru dari ikan Discus. Sehingga tak heran jika saat ini tercatat terdapat puluhan strains ikan Discus yang ada di pasaran. Discus sangat populer sebagai ikan akuarium dankadang disebut sebagai rajanya ikan hias.Discus yang indah dan memiliki bentuk yang sempurna, berasal dari bibit dan kondisi pertumbuhan yang baik sejak lahir. Diskus adalah jenis ikan yang hidup secara berkelompok (social fish). Bahkan di alam bebas, aslinya mereka hidup dalam kelompok besar dan merupakan salah satu dari sedikit jenis ikan yang mampu belajar.

A.    SEJARAH IKAN DISKUS

Ikan hias Diskus (Symphysodon discus) merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar yang berasal dari sungai Amazon (Brasil). Jenis ikan ini mempunyai nilai ekonomis yang baik dan sangat disenangi di berbagai Negara. Ikan Discus pertama kali dijelaskan oleh Dr Heckel pada tahun 1840., beliau menjelaskan tentang temuannya (Discus liar) dari species Symphysodon, yang berarti “memiliki gigi di tengah-tengah rahang”. Ikan discus pertama yang ditemukan ini disebut Discus Heckel yang memiliki tiga corak bergaris yang sangat tegas. Garis pertama yang melewati bagian kepala, garis kedua pada bagian tubuh, dan garis ketiga pada bagian ekor. Para Discus Heckel berasal dari Rio Negro (Central Brasil).
            Pada tahun 1904, genus discus yang lain ditemukan. Pellgerin menulis tentang Green Discus (Symphysodon aequifasciata). Species yang ditemukan di Danau Tafe dan dicoba dibudidayakan dalam aquarium. Baru pada tahun 1950-an ikan ini mulai berhasil dikembang biakan. Sampai pada tahun 1960-an disenutkan bahwa ada dua species lain dari discus, yaitu Brown Discus (Symphysodon aequifasciata axelordi) dan Blue Discus (Symphysodon aequifasciata haraldi).walaupun belum begitu jelas, apakah species ini sebenarnya berbeda dengan species sebelumnya atau hanya hasil penangkaran.

B.     MORFOLOGI
Ikan yang berbentuk seperti kue dadar ini di lengkapi dengan keindahan warna dan bentuk tubuhnya. Jika pada umumnya ikan hias mempunyai bentuk tubuh memanjang, diskus tidaklah demikian. Bentuk diskus unik seperti cakram atau kue dadar oleh karena itu disebut dengan nama discus. Warnanya sangat unik dan manarik sesuai dengan strain dan keturunannya.  bentuk badannya pipih tipis dan bundar mirip ikan bawal  dengan corak warna tubuh menarik  dan memiliki keragaman warna layaknya ikan hias air tawar lainnya. Terkadang memiliki corak warna batik di seluruh tubuhnya.memiliki sirip yang lengkap. Sirip ventralnya panjang dan menjuntai. Bentuk badan pipih dan seperti lingkaran jika dilihat dari samping. Pola warna disepanjang tubuhnya berupa gari-garis pendek dengan warna garis berbeda-beda sesuai dengan jenisnya.

Bentuk tubuh genus Symphysodon adalah pipih dan melebar. Namun yang membedakan dengan golongan cichlide lainnya adalah selain pipih, ikan genus ini juga membulat atau cenderung seperti lingkaran. Ikan Discus mempunyai variasi warna yang menakjubkan. Selain variasi warna, adanya variasi corak tubuh membuat ikan ini semakin berkelas. Ikan hidup mempunyai life time yang cukup lama yakni 10 tahun jika kondisi air bagus dan tidak terserang penyakit.
Gambar 1. Morfologi ikan Diskus (Symphysodon discus

Gambar 2. Morfologi Ikan Diskus

C.     TAKSONOMI IKAN DISKUS
Diskus tergolong dalam Symphysodon, yang mana kini merangkumi tiga jenis speises : Diskus biasa (Symphysodon aequifasciatus), Diskus Heckel (Symphysodon discus) dan spesies baru yang belum diberi nama yaitu Symphysodon tarzoo. Bagaimanapun, sebuah kajian lanjut yang diterbitakan pada bulan Agustus 2007 mencandangkan bahwa genus dikelaskan dalam spesies : S. Aequifacuatus (diskus hijau), S. Haraldi (diskus biasa/biru/pirang) dan S. Discus (Diskus Hecknel). Kedua-dua kajian mencandangkan tiga spesies dengan pengecualian nama-nama saintik bagi setiap satunya.
Menurut sistematikanya, ikan diskus digolongkan sebagai berikut:
Kingdom         : Animalia
Filum               : Chordata
Kelas               : Actinopterygii
Ordo                : Perciformes
Sub Ordo        : Percoidea
Family             : Cichlidae
Genus              : Symphysodon
Species            : Symphysodon discus
Nama lokal      : Diskus

D.    KARAKTERISTIK IKAN DISKUS
1.    Bentuk badan pipih dan seperti lingkaran jika dilihat dari samping.
2.    Pola warna disepanjang tubuhnya berupa gari-garis pendek dengan warna garis berbeda-beda sesuai dengan jenisnya.
3.    Mata ikan diskus berwarna merah dan garis tengah tubuhnya paling besar 15 Cm.
Bentuk tubuh genus Symphysodon adalah pipih dan melebar. Namun yang membedakan dengan golongan cichlide lainnya adalah selain pipih, ikan genus ini juga membulat atau cenderung seperti lingkaran. Ikan Discus mempunyai variasi warna yang menakjubkan. Selain variasi warna, adanya variasi corak tubuh membuat ikan ini semakin berkelas. Ikan discus mempunyai ketahanan hidup yang cukup lama, yakni kurang lebih  10 tahun jika kondisi air bagus dan tidak terserang penyakit. Ada empat spesies diskus yang dibudidayakan antara lain Heckel Discus, Brown Discus, Green Discus dan Blue Discus. Suhu yang baik untuk pemeliharaan diskus berkisar 25-300 C. Sementara kisaran kualitas air seperti keasaman (pH) cukup lebar sekitar 5-6, 5 dan kekerasan air lunak antara 3-50dH.
E.     HABITAT DAN PENYEBARAN
Habitat asli diskus (Symphysodon discus) adalah Rio Negro dan perairan tenang Sungai Amazon. Sifatnya omnivora. Gerakannya sangat halus. Ikan ini pun terkenal sebagai "King of Aquarium". Symphysodon spesies mendiami pinggiran danau dataran banjir dan sungai di Cekungan Amazon dataran rendah Amazonia, di mana ia merupakan bagian dari fauna yang sangat beragam ikan Neotropical. Tiga jenis Symphysodon memiliki distribusi geografis yang berbeda. S. aequifasciatus terjadi di Solimões Rio, Rio Amazonas dan Río Putumayo-Ica di Brazil, Kolombia dan Peru. Sebaliknya distribusi diskusi S. tampaknya terbatas pada bagian hilir Abacaxis, Rio Negro dan sungai Trombetas. S. tarzoo terjadi hulu Manaus di Amazon barat.

F.      REPRODUKSI IKAN DISKUS
1.    Membedakan induk janatn dan betina
Membedakan diskus jantan dan betina akan lebih mudah dilakukan jika kita dihadapkan dengan sekumpulan calon induk yang dibesarkan bersama dan berasal dari wadah yang sama. Dalam sekumpulan itu, diskus jantan umumnya memiliki postur tubuh yang lebih besar dengan bentuk forehead lebih kekar atau kasar. Sementara itu, diskus betina umumnya berukuran lebih kecil dengan bentuk forehead lebih halus. Membedakan kelamin diskus dilihat dari betuk mulut dan hidung. Pada diskus dewasa, betina memiliki bibir yang simetris, sama besar antara bibir atas dengan bibir bawahnya. Sedangkan diskus jantan, bibir atasnya lebih menonjol. Jika melihat hidungnya, maka jantan mempunyai bentuk agak bengkok, berlainan dengan betina yang hidungnya berbentuk lurus. Dilihat dari sekitar sirip dubur, pada diskus jantan rata-rata lurus sedangkan pada diskus betina bentuknya membulat. Melihat gerakannya, diskus jantan mempunyai pergerakan yang lebih agresif dari diskus betina. Cara lain untuk membedakan diskus jantan dan betina adalah dengan melihat alat kelamin genitalnya. Diskus betina memiliki organ genital yang berbentuk lonjong dengan ujung menumpul atau berbentuk elips. Diskus jantan berbentuk bulat dengan panjang sekitar 1,5 mm.

Tabel. 1 Perbedaan Induk Jantan dan Induk Betina pada Ikan Diskus
Bagian yang diamati
Ikan Jantan
Ikan Betina
Alat kelamin
Runcing
Lebar dan bulat
Bentuk bibir
Lebih Bibir atas lebih menonjol.
Simetris dan sama besar antara bibir atas dan bawah
Bentuk hidung
Bentuk agak bengkok
Bentuk lurus
Bentuk sirip dubur
Bentuk lurus
Bentuk bulat
Pola warna
Cerah dan menyebar ke seluruh tubuh
Sedikit warna pada wajah dan badan

2.    Ciri-ciri ikan Diskus yang baik
a.       Harus sehat
b.      Sisik tersusun rapi
c.       Sisik tidak cacat ditunjang dengan bentuk yang bulat
d.      Gerakannya wajar/normal, tidak bergerak miring atau lamban
e.       Mata menonjol normal, tidak melotot keluar
f.       Matang gonad atau siap memijah
3.    Ciri-ciri ikan Diskus yang siap mijah
Ikan diskus yang siap mijah umumnya ditandai dengan memisahkan diri dari rekan-rekannya dalam satu wadah pemeliharaan (seperti pada gambar 4). Ikan diskus tergolong ikan yang setia pada pasangannya, karena itu ikan diskus tidak bisa dipijahkan selain dari pasangannya tersebut.
Pasangan ini lalu kita pisahkan ditempat tersendiri dan terus diamati. Pasangan yang lengket terus sudah cukup sebagai jaminan bahwa mereka jantan dan betina. Calon induk jantan harus berumur 15 bulan, sedangkan induk betina berumur 12 bulan sehingga layak untuk dipijahkan.

4.    Proases pemijahan
Pasangan induk ditempatkan dalam aquarium pemijahan, dalam 3-10 hari kemudian biasanya proses perkawinan mulai berlangsung. Pasangan induk diskus saling berenang mengitari pasangannya, pada saat tersebut warna diskus akan terlihat sangat intensif, sirip-sirip mengembang penuh dan matanya terlihat berbinar, kemudian mereka akan menentukan tempat nertelur berupa pipa PVC, pot bunga atau pecahan-pecahan genting atau keramik. Setelah itu pasangan diskus akan mulai meletakan telurnya, setelah telur pertama diletakkan, diskus jantan akan membuahinya selama beberapa jam, induk yang dipersiapkan dengan baik akan menghasilkan 150 - 300 butir telur. Setelah proses pemijahan berakhir, pasangan diskus akan menunggui telurnya, mereka akan mengipasi telur tersebut dengan sirip dada, untuk mencegah adanya kotoran atau spora jamur yang melekat selama menjaga telurnya, induk tetap harus diberi pakan dan kondisi aquarium harus terlihat bersih. Dalam waktu 6 hari sejak peletakan telur, telur akan menetas menjadi larva-larva kecil, yang kemudian akan berkembang menjadi diskus dewasa.
5.    Penetasan Telur
Seperti ikan Chiclid lainnya, ikan diskus bersifat menempelkan telurnya pada suatu benda atau substrat. Oleh karena itu tempat pemijahan harus diberi potongan paralon atau benda lain yang permukaannya halus sebagai tempat menempelnya telur. Telur ikan diskus akan menetas dalam waktu 40 - 60 jam sejak dibuahi. Induk ikan diskus tersebut bisa dijadikan inang asuh apabila hanya bisa bertelur tetapi tidak mampu merawat telurnya dengan baik. Penetasan telur terkadang tidak terjadi secara serentak, telur bisa sampai 8 hari baru menetas. Bila dalam waktu lama (4 hari) telur belum menetas juga, induk diskus akan gelisah sehingga akan memakan telurnya. Memang sifat kanibalisme yang timbul pada induk ini bukan karena induk terlalu sayang pada keturunannya, namun juga ada sebab lain. Misalnya karena kualitas air yang kurang bagus, adanya suara berisik dari luar, nervous melihat orang mondar-mandir dilingkungan sekitarnya, dan sebagainya. Untuk itu tingkat penetasan telur (SR) pada ikan diskus diperkirakan mencapai 50% dari jumlah telur yang terbuahi. Namun hal tersebut tidak mutlak sebagai landasan dalam budidaya ikan diskus, mortalitas pada telur akan semakin tinggi apabila perlakuan kita kurang intensif dalam menjaga kualitas air serta menjaga lingkungan sekitar agar tetap aman dan tidak berisik. Natalitas yang tinggi dapat kita peroleh apabila perlakuan yang kita terapkan dalam proses pemijahan ikan diskus sesuai dengan kriteria yang diinginkan ikan diskus.
6.    Perkembangan Telur
a.    40 jam pertama
Pada tahap ini, telur-telur mulai menunjukkan perkembangannya. Pada telur yang semula berwarna kuning sampai merah transparan mulai terlihat bintik hitam tepat di tengahnya. Bintik hitam ini merupakan bintik mata pada benih ikan diskus. Hal ini menandakan bahwa telur-telur tersebut terbuahi dengan baik. Telur yang tidak terbuahi akan tetap terlihat transparan, yang kemudian akan memutih dan membusuk.
b.    55 jam pertama
Pada tahap ini telur-telur akan menetas, awalnya kulit telur akan menipis kemudian larva-larva yang telah berkembang penuh akan membuat gerakan seperti getaran halus, menembus membran kulit telur. Bagian ekor larva terlihat mencuat keluar dan bergerak dengan motil. Larva-larva tersebut tetap melekat pada substratnya.
c.    Hari ke-4
Pada tahap ini, terlihat kemajuan pada perrtumbuhan larva. Pasangan induk akan memindahkan sekumpulan larva baik sebagian maupun seluruhnya. Umumnya induk tersebut akan memilih tempat yang aman bagi larva-larva tersebut.
d.   Hari ke-5
Pada tahap ini aktivitas larva semakin meningkat, ditandai dengan sering bergeraknya larva keluar dari kumpulannya. Pasangan induk diskus akan sibuk mengumpulkan larva-larva yang tercerai-berai dan mengembalikannya ke kumpulan mereka.
e.    Hari ke-6
Pada tahap ini, larva sudah cukup kuat untuk berenang bebas. Dimulai dengan satu-dua ekor yang mulai berenang dari substrat ke tubuh induknya. Larva-larva tersebut akan memperoleh makanan dari induknya yaitu berupa lendir yang di produksi oleh induk diskus serta memperoleh perlindungan dari induknya.
7.    Pemeliharaan Larva
Untuk mendapatkan benih diskus yang berkualitas baik, harus diperhatikan cara penetasan telur dan perawaatan benihnya. Ikan diskus tidak sepenuhnya dapat mengasuh anaknya, ada diskus yang tidak dapat mengasuh anaknya. Hal ini sulit untuk diketahui penyebab utamanya, untuk itu dalam pemeliharaan larvanya diterapkan tiga cara dalam pemeliharaan larva diskus diantaranya adalah :
a.    Pemeliharaan larva secara alami
Telur yang dijaga oleh induknya pada saat penetasan. Dua hari setelah menetas larva diskus sudah dapat bergerak meskipun belum terarah. Larva diskus akan menempel pada induk untuk memakan lendir yang dihasilkan induknya hal ini berlangsung selama lima sampai tujuh hari. Kemudian setelah berumur satu minggu mulai diberi makanan hidup Artemia sampai diskus bisa memakan kutu air baru dihentikan dan diganti dengan pemberian cacing darah sampai ikan dewasa atau berumur 1 bulan. Pada gambar 5 memperlihatkan induk ikan diskus merawat anaknya, benih ikan diskus tersebut selalu bergerak mengikuti induknya dengan memakan lendir yang diproduksi oleh induk ikan diskus itu.
b.    Pemeliharaan larva dengan Inang asuh
Penetasan telur secara buatan telur dipisahkan dari induknya kemudian telur akan menetas 2 - 3 hari, setelah larva berumur dua hari larva dipindahkan dari akuarium penetasan dengan cara disifon.
Ambil ± 5 ekor larva kemudian masukkan kedalam akuarium induk yang sedang mengasuh anaknya yang ukurannya hampir sama dengan larva yang akan dimasukkan. Apabila setelah tiga menit larva tidak dimakan oleh induk tersebut dan dapat menempel pada tubuhnya, maka larva yang lain dapat dimasukkan kedalam akuarium tersebut.
c.    Pemeliharaan larva secara buatan
Larva yang sudah dapat berenang dipindahkan kedalam baskom plastik dengan cara disifon, secara berlahan-lahan larva yang ada dibaskom dimasukkan kedalam akuarium pemeliharaan larva, pada tahap awal makanan yang diberikan adalah kuning telur yang sudah direbus dicampur dengan Rotifera yang sudah dikeringkan, bila akan diberikan pada larva harus dicampur terlebihdahulu dengan putih telur, agar makanan tersebut lebih lama menempel pada pinggir media pemeliharaan. Makanan diberikan 12 kali sehari atau dilakukan setiap tiga jam sekali selama 2 – 3 hari, hingga larva bisa makan Artemia.
G.    PAKAN IKAN DISKUS
Gambar 3. Pakan ikan Diskus (http://rockydiscus.blogspot.com/
Ikan discus merupakan ikan Karnivora, namun makanan yang berasal dari campuran daging dan nabati juga disukai. Tubifex atau cacing darah baik hidup, kering dan beku sangat disukai oleh Discus. Beberapa toko ikan hias juga menyediakan makanan dagang (pellet) yang khusus buat Discus. Adapun makanan yang umum dengan makan yaitu kutu air, cuk, cacing (makanan buatan) yang ada dipasaran.
Pemberian pakan yang paling baik pada ikan diskus dapat membuahkan diskus yang tumbuh dengan sehat serta bisa berkembang biak. sebaliknya, jika pemberian pakan pada diskus tidak dikerjakan dengan teratur serta serius, maka diskus yang dihasilkan dapat mengecewakan.  Di alamnya, diskus adalah pemakan semua. pakan yang dimakan amat beragam, dari larva-larva serangga, beragam type cacing, hingga buah-buahan yang terjatuh dari pohonnya yang menutupi sungai.  dari info ini, kita mulai bisa berfikir tentang variasi pakan yang pas pada ikan diskus. perihal ini dikerjakan dikarenakan tak ada satu resep baku tentang pengertian pakan yang baik untuk diskus.  Info yang lain yang pantas jadi pertimbangan anda adalah kandungan protein sebagai sumber tenaga pada ikan diskus sebesar 30-45 persen dari keseluruhan pakannya. disamping itu, tubuh diskus memerlukan vit. serta mineral. vit. berperan sebagi katalisator didalam sistem metabolisme tubuh. namun mineral berperan sebagai sistem pembentuk jaringan tubuh serta menjaga keseimbangan osmosis. tetapi, jumlah yang diperlukan relatif kecil.  Pakan yang ada sekarang ini bisa dibedakan jadi 2 type menurut asal-usulnya, yakni pakan alami serta pakan buatan. pakan alami datang dari sumber-sumber alami di sekitar habitat asli ikan, layaknya cacing, larva, serangga sampai tumbuhan air. tetapi, pemberian pakan dengan alami mempunyai sebagian efek pembawa beragam bibit penyakit akibat banyaknya pencemaran lingkungan sekarang ini. namun pakan buatan adalah pencampuran beragam type kandungan serta nutrisi yang diperlukan ikan gunakan pengolahan oleh manusia. umumnya, pakan buatan memiliki kandungan unsur-unsur tambahan serta obat-obat spesifik layaknya pembangkit warna.
1. Beberapa jenis pakan alami
a.    Infusoria serta rotifera adalah type mikroorganisme yang kerap dipakai pada pakan burayak ikan. berlebihan dari pakan ini adalah amat pas dipakai pada burayakdiskus dikarenakan ukurannya yang renik.
b.    Kutu air adalah type udang-udangan yang tetap primitif. berlebihan pakan ini adalah jadi pilihan ke-2 sesudah infusoria yang dipakai sebagai pakan burayak diskus diakrenakan ukutrannya yang relative lebih kecil.
c.    Cacing tubifex adalah nama lain dari cacing sutera. berlebihan dari cacing ini mempunyai kandungan yang kaya dapat mineral, lemak serta protein. tetapi, banyak yang menduga cacing ini jadi penyumbang penyakit terbesar pada ikan dikarenakan area pengembangbiakannya yang kotor.
d.   Blood worm adalah larva dari lalat chironomus yang alami pembusukan hebat. berlebihan dari pakan ini mempunyai protein yang banyak serta umumnya telah dibekukan (fozen)  hingga gampang dalam pemakaiannya.
e.    Jentik nyamuk adalah hasil penetasan dari telur yang dihasilkan oleh nyamuk berlebihan dari pakan ini adalah kandungan protein yang tinggi serta bisa dikembangbiakan sendiri melewati budi daya jentik nyamuk.
f.     Telur udang adalah telur udang galah serta lobster yang dikembangkan sebagai pakan ikan umumnya dipakai didalam wujud beku. berlebihan dari pakan ini adalah jumlah pigmen yang besar sebagai pembangkit warna alami serta pemacu kesuburan ikan.
g.    Artemia adalah planktonik yang hidup di perairan berkadar garam tinggi. berlebihan dari pakan ini adalah mempunyai kandungan nutrisi yang tinggi, yakni lemak 25% serta protein 50%. disamping itu, artemia dinilai sebagai pakan alami yang steril serta bebas penyakit. tetapi, harga nya relatif lebih mahal dari pada pakan yang lain.  
2.  Beberapa jenis pakan buatan :
Pakan komersial adalah pakan yang dibikin oleh manusia memakai teknologi terbaru yang mempunyai kandungan nutrisi yang lengkap. umumnya pakan ini dibungkus didalam kemasan spesial serta bisa bertahan didalam kurun waktu yang cukup lama. tetapi, pakan ini dapat bikin diskus memerlukan waktu perkembangan yang lebih lama dari pada umumnya.  Burger diskus adalah pakan hasil olahan beragam jenis bahan makanan yang selanjutnya jadi pakan dengan komposisi nutrisi yang pas. kandungan pada pakan ini mempunyai banyak protein, mineral, sedikit lemak, sedikit karbohidrat, sedikit serat, serta vit..  Sesudah anda mengetahui type pakan yang pas untuk ikan diskus peliharaan anda, ada banyak hal lagi yang perlu anda cermati saat menjaga kesehatan ikan diskus. salah satunya, frekuensi pemberian pakan tiap-tiap hari mesti sesuai dengan nilai frekuensi penggantian air. disamping itu, pemberian pakan yang teratur serta tidak terlalu berlebih.
H.    PENYAKIT PADA IKAN DISKUS
Ikan Diskus juga dapat terserang penyakit karena kualitas air yang buruk atau pakan yang membawa penyakit. Berdasarkan penyebabnya, penyakit yang menyerang diskus dibagi menjadi 2 macam, yaitu penyakit parasite dan non parasite.
1.    Penyakit Parasiter
Penyakit parasiter adalah penyakit yang timbul karena parasit. Contoh penyakit ini adalah :
a.    Gill Worm atau penyakit insang
Penyakit insang ini menyerang pada bagian insang ikan, esehingga mengakibatkan ikan tidak bisa bernafas atau mengap-mengap. Obat yang biasa digunakan untuk mengatasi penyakit insang adalah dengan menggunakan larutan formalin 35-40%, garam dapur (NaCI), atau PK ( Kalium permanganat).
b.     NDD (new diskus disease)
Penyakit NDD juga dikenal dengan nama discus plague atau velvet. Penyakit ini disebabkan oleh komplikasi beberapa bakteri dan virus. Penyebab penyakit NDD akan menembus lendir pertahanan diskus kemudian mengambil sari makanan dari sel-sel kulit yang rusak dan mengambil cairan tubuh. Akibatnya diskus menjadi lemas dan kemudian mati. Penyakit ini dapat diobati dengan beberapa cara, yaitu :
1). menggunakan larutan PK dengan dosis 0,6 g per 100 liter air
2). kombinasi 1,5-2 g chloramfenicol (antibiotik), 0,2-0,3 acriflavine (antiprotozoa), dan 3-4 sendok makan garam dapur.
3). Kombinasi 2 g oxytetracyclin, 0,2-0,3 g acriflavine, dan 3-4 sendok makan garam dapur,
4). Kombinasi 4 g neomycin sulphate, 250 mg nitrofuratoin atau makrofuran, dan 3-4 sendok makan garam dapur.
5). Kombinasi 1 g ciprofloxacin, 11 tete copperformalin (antiprotozoa), dan 3-4 sendok makan garam dapur.
c.    White Spot
White spot merupakan penyakit yang dialami hampir semua jenis ikan. Penyakit white spot ditandai oleh munculnya bintik putih pada ekor, sirip, permukaan tubuh, mata, atau insang. White spot dapat menyerang diskus karena kualitas air yang jelek. Cara menangani penyakit ini dapat dilakukan dengan mengganti air setiap hari dan menaikkan suhu air hingga 33oC, atau dengan menggunkan 0,3 g acriflavine untuk setiap 100 liter air atay blitz ich sesuai takaran yang tertera.
2.    Penyakit Nonparasiter
enyakit nonparasiter adalah penyakit yang tidak disebabkan oleh parasit, misalnya karena kekurangan oksigen, terlalu banyak makan, masalah nutrisi, keracunan obat, atau perubahan pH. Berikut ini adalah beberapa penyakit nonparasiter yang biasa menyerang diskus.
a. Iritasi air
Pergantian air yang mendadak dapat menyebabkna iritasi air. Penyakit ini ditandai oleh rusaknya ujung sirip atau ekor. Untuk mengatasi penyakit ini sebaiknya penggantian air akuarium dilakukan secara perlahan, yaitu dengan mengganti ¾ air lama dengan air baru.

b. Keracunan obat
Keracunan obat terjadi karena pemberian obat yang melebihi dosis atau obat yang sudah kadaluarsa. Akibatnya penyakit yang diderita diskus semakin parah. Untuk mencegah penyakit ini sebaiknya pemberian obat sesuai dosis yang dianjurkan.
c. Kekurangan Oksigen
Sistem aerasi yang tidak memadai serta populasi ikan yang terlalu padat dapat menyebabkan ikan mengalami kekurangan oksigen. Cirinya adalah pernapasan ikan menjadi memburu dan mengap-mengap. Penanggulangannya adalah mengganti sistem aerasi atau mengurangi kepadatan ikan.
d. Terlalu banyak makan
Diskus yang terlalu banak makan akan menyebabkan perutna menggelembung dan susah buang air. Penyakit ini dapat ditanggulangi dengan menaikkan suhu air hingga mencapai 33oC atau dengan menambahkan 5 sendok makan garam untuk setiap 100 liter air.
c. pH shock
perubahan derajat keasamman atau pH air dapat menimbulkan pH shock akibatnya diskus kehilangan keseimbangan. Cara mengatasi pH shock adalah dengan mengganti air akuarium dengan air yang pH –nya sesuai (6,3-6,8), kemudian diberi 5 sendok makan garam dapur dan 1 g acriflavine atau methylene blue untuk setiap 100 liter air.
I.       MANFAAT IKAN DISKUS
Karena bentuk tubuhnya yang unik serta warna yang bervariasi juga terdapat corak warna atau pun garis-garis pada tubuhnya, ikan ini dimanfaatkan sebagai ikan hias, jika ditempatkan pada aquarium  maka akan terlihat cantik. Aquarium ikan diskus ini dapat dijadikan sebagai pajangan atau hiasan di dalam rumah menambah kecantikan rumah.
,
DAFTAR PUSTAKA
Aswar. 2012. Makalah Budidaya Ikan Diskus (Symphysodon discus). http://aswarpunyainfo.blogspot.com/2012/11/Makalah-Budidaya-Ikan-Discus-Symphysodon-discus.html. Diakses pada tanggal 12.26, puku; 07.00 WIB. 
Begindang. 2013. Penyakit dan Penanggulangan pada Ikan Diskus. http://www.begindang.com/2013/12/penyakit-dan-penanggulangan-pada-ikan-diskus.html. Diakses pada tanggal 12-12-2013, pukul 20,00 WIB.
Buckley, J., Maunder, R. J., Foey, A., Pearce, J., Val, A. L. and Sloman, K. A. (2010). Biparental mucus feeding: a unique example of parental care in an Amazonian cichlid. J. Exp. Biol. 213, 3787–3795.
Direktirat Pengembangan Produk Nonkonsumsi-Ditjen. 2011. Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan. Jakarta : Perikanan Kementrian dan Perikanan.
Hamzah, bauzad. 2012. Teknologi Akuakultur 48. http://bauzadhamzah.blogspot.com/2012/08/membuat-pakan-ikan.html. Diakses pada tanggal 26-12-2013, pukul 07.00 WIB.
Loiselle, Paul V. (1995). The Cichlid Aquarium. Germany: Tetra Press. 
Rocky. 2013. Ikan Hias Pakan Diskus. http://rockydiscus.blogspot.com. Diakses pada tanggal 12-12-2013, pukul 20.00 WIB.
Sands, D (1994) A fishkeepers guide to Central American cichlids. Tetra Press. Belgium pg 59-60.
Wikipedia. 2013. Ikan Discus. http://ms.wikipedia.org/wiki/Discus_(ikan). Diakses pada tanggal 12-12-2013, pukul 20.00 WIB.




 SISTEMATIKA HEWAN VERTEBRATA
Ikan Diskus (Symphysodon diskus)
Disusun guna memenuhi tugas akhir mata kuliah Sistematika Hewan Vertebrata
Dosen pengampu Dra. Hariyatmi, M.Si


Disusun oleh:
Lina Yekti Oktiningtiyas
A420110026



PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2013
Ikan Diskus (Symphysodon diskus)
Discus adalah spesies ikan air tawar asli lembah Sungai Amazon, Amerika Selatan. Discus pertamakali dikenalkan pada tahun 1840 oleh Dr. Heckel dengan nama Symphysodon Discus. Varian Discus aslinya digolongkan ke dalam 3 jenis berdasarkan warna, yaitu Symphysodon aequifasciata aequifasciata (Green Discus), Symphysodon aequifasciata axelrodi (Brown Discus), dan Symphysodon aequifasciata haraldi (the blue variant). Seiring dengan semakin banyaknya orang yang tertarik memelihara Discus, bahkan di beberapa Negara di Asia, budidaya Discus telah menjadi industri besar. Dari situ banyak kegiatan penelitian dan usaha yang dilakukan untuk menghasilkan strains baru dari ikan Discus. Sehingga tak heran jika saat ini tercatat terdapat puluhan strains ikan Discus yang ada di pasaran. Discus sangat populer sebagai ikan akuarium dankadang disebut sebagai rajanya ikan hias.Discus yang indah dan memiliki bentuk yang sempurna, berasal dari bibit dan kondisi pertumbuhan yang baik sejak lahir. Diskus adalah jenis ikan yang hidup secara berkelompok (social fish). Bahkan di alam bebas, aslinya mereka hidup dalam kelompok besar dan merupakan salah satu dari sedikit jenis ikan yang mampu belajar.

A.    SEJARAH IKAN DISKUS

Ikan hias Diskus (Symphysodon discus) merupakan salah satu jenis ikan hias air tawar yang berasal dari sungai Amazon (Brasil). Jenis ikan ini mempunyai nilai ekonomis yang baik dan sangat disenangi di berbagai Negara. Ikan Discus pertama kali dijelaskan oleh Dr Heckel pada tahun 1840., beliau menjelaskan tentang temuannya (Discus liar) dari species Symphysodon, yang berarti “memiliki gigi di tengah-tengah rahang”. Ikan discus pertama yang ditemukan ini disebut Discus Heckel yang memiliki tiga corak bergaris yang sangat tegas. Garis pertama yang melewati bagian kepala, garis kedua pada bagian tubuh, dan garis ketiga pada bagian ekor. Para Discus Heckel berasal dari Rio Negro (Central Brasil).
            Pada tahun 1904, genus discus yang lain ditemukan. Pellgerin menulis tentang Green Discus (Symphysodon aequifasciata). Species yang ditemukan di Danau Tafe dan dicoba dibudidayakan dalam aquarium. Baru pada tahun 1950-an ikan ini mulai berhasil dikembang biakan. Sampai pada tahun 1960-an disenutkan bahwa ada dua species lain dari discus, yaitu Brown Discus (Symphysodon aequifasciata axelordi) dan Blue Discus (Symphysodon aequifasciata haraldi).walaupun belum begitu jelas, apakah species ini sebenarnya berbeda dengan species sebelumnya atau hanya hasil penangkaran.

B.     MORFOLOGI
Ikan yang berbentuk seperti kue dadar ini di lengkapi dengan keindahan warna dan bentuk tubuhnya. Jika pada umumnya ikan hias mempunyai bentuk tubuh memanjang, diskus tidaklah demikian. Bentuk diskus unik seperti cakram atau kue dadar oleh karena itu disebut dengan nama discus. Warnanya sangat unik dan manarik sesuai dengan strain dan keturunannya.  bentuk badannya pipih tipis dan bundar mirip ikan bawal  dengan corak warna tubuh menarik  dan memiliki keragaman warna layaknya ikan hias air tawar lainnya. Terkadang memiliki corak warna batik di seluruh tubuhnya.memiliki sirip yang lengkap. Sirip ventralnya panjang dan menjuntai. Bentuk badan pipih dan seperti lingkaran jika dilihat dari samping. Pola warna disepanjang tubuhnya berupa gari-garis pendek dengan warna garis berbeda-beda sesuai dengan jenisnya.

Bentuk tubuh genus Symphysodon adalah pipih dan melebar. Namun yang membedakan dengan golongan cichlide lainnya adalah selain pipih, ikan genus ini juga membulat atau cenderung seperti lingkaran. Ikan Discus mempunyai variasi warna yang menakjubkan. Selain variasi warna, adanya variasi corak tubuh membuat ikan ini semakin berkelas. Ikan hidup mempunyai life time yang cukup lama yakni 10 tahun jika kondisi air bagus dan tidak terserang penyakit.
Gambar 1. Morfologi ikan Diskus (Symphysodon discus

Gambar 2. Morfologi Ikan Diskus

C.     TAKSONOMI IKAN DISKUS
Diskus tergolong dalam Symphysodon, yang mana kini merangkumi tiga jenis speises : Diskus biasa (Symphysodon aequifasciatus), Diskus Heckel (Symphysodon discus) dan spesies baru yang belum diberi nama yaitu Symphysodon tarzoo. Bagaimanapun, sebuah kajian lanjut yang diterbitakan pada bulan Agustus 2007 mencandangkan bahwa genus dikelaskan dalam spesies : S. Aequifacuatus (diskus hijau), S. Haraldi (diskus biasa/biru/pirang) dan S. Discus (Diskus Hecknel). Kedua-dua kajian mencandangkan tiga spesies dengan pengecualian nama-nama saintik bagi setiap satunya.
Menurut sistematikanya, ikan diskus digolongkan sebagai berikut:
Kingdom         : Animalia
Filum               : Chordata
Kelas               : Actinopterygii
Ordo                : Perciformes
Sub Ordo        : Percoidea
Family             : Cichlidae
Genus              : Symphysodon
Species            : Symphysodon discus
Nama lokal      : Diskus

D.    KARAKTERISTIK IKAN DISKUS
1.    Bentuk badan pipih dan seperti lingkaran jika dilihat dari samping.
2.    Pola warna disepanjang tubuhnya berupa gari-garis pendek dengan warna garis berbeda-beda sesuai dengan jenisnya.
3.    Mata ikan diskus berwarna merah dan garis tengah tubuhnya paling besar 15 Cm.
Bentuk tubuh genus Symphysodon adalah pipih dan melebar. Namun yang membedakan dengan golongan cichlide lainnya adalah selain pipih, ikan genus ini juga membulat atau cenderung seperti lingkaran. Ikan Discus mempunyai variasi warna yang menakjubkan. Selain variasi warna, adanya variasi corak tubuh membuat ikan ini semakin berkelas. Ikan discus mempunyai ketahanan hidup yang cukup lama, yakni kurang lebih  10 tahun jika kondisi air bagus dan tidak terserang penyakit. Ada empat spesies diskus yang dibudidayakan antara lain Heckel Discus, Brown Discus, Green Discus dan Blue Discus. Suhu yang baik untuk pemeliharaan diskus berkisar 25-300 C. Sementara kisaran kualitas air seperti keasaman (pH) cukup lebar sekitar 5-6, 5 dan kekerasan air lunak antara 3-50dH.
E.     HABITAT DAN PENYEBARAN
Habitat asli diskus (Symphysodon discus) adalah Rio Negro dan perairan tenang Sungai Amazon. Sifatnya omnivora. Gerakannya sangat halus. Ikan ini pun terkenal sebagai "King of Aquarium". Symphysodon spesies mendiami pinggiran danau dataran banjir dan sungai di Cekungan Amazon dataran rendah Amazonia, di mana ia merupakan bagian dari fauna yang sangat beragam ikan Neotropical. Tiga jenis Symphysodon memiliki distribusi geografis yang berbeda. S. aequifasciatus terjadi di Solimões Rio, Rio Amazonas dan Río Putumayo-Ica di Brazil, Kolombia dan Peru. Sebaliknya distribusi diskusi S. tampaknya terbatas pada bagian hilir Abacaxis, Rio Negro dan sungai Trombetas. S. tarzoo terjadi hulu Manaus di Amazon barat.

F.      REPRODUKSI IKAN DISKUS
1.    Membedakan induk janatn dan betina
Membedakan diskus jantan dan betina akan lebih mudah dilakukan jika kita dihadapkan dengan sekumpulan calon induk yang dibesarkan bersama dan berasal dari wadah yang sama. Dalam sekumpulan itu, diskus jantan umumnya memiliki postur tubuh yang lebih besar dengan bentuk forehead lebih kekar atau kasar. Sementara itu, diskus betina umumnya berukuran lebih kecil dengan bentuk forehead lebih halus. Membedakan kelamin diskus dilihat dari betuk mulut dan hidung. Pada diskus dewasa, betina memiliki bibir yang simetris, sama besar antara bibir atas dengan bibir bawahnya. Sedangkan diskus jantan, bibir atasnya lebih menonjol. Jika melihat hidungnya, maka jantan mempunyai bentuk agak bengkok, berlainan dengan betina yang hidungnya berbentuk lurus. Dilihat dari sekitar sirip dubur, pada diskus jantan rata-rata lurus sedangkan pada diskus betina bentuknya membulat. Melihat gerakannya, diskus jantan mempunyai pergerakan yang lebih agresif dari diskus betina. Cara lain untuk membedakan diskus jantan dan betina adalah dengan melihat alat kelamin genitalnya. Diskus betina memiliki organ genital yang berbentuk lonjong dengan ujung menumpul atau berbentuk elips. Diskus jantan berbentuk bulat dengan panjang sekitar 1,5 mm.

Tabel. 1 Perbedaan Induk Jantan dan Induk Betina pada Ikan Diskus
Bagian yang diamati
Ikan Jantan
Ikan Betina
Alat kelamin
Runcing
Lebar dan bulat
Bentuk bibir
Lebih Bibir atas lebih menonjol.
Simetris dan sama besar antara bibir atas dan bawah
Bentuk hidung
Bentuk agak bengkok
Bentuk lurus
Bentuk sirip dubur
Bentuk lurus
Bentuk bulat
Pola warna
Cerah dan menyebar ke seluruh tubuh
Sedikit warna pada wajah dan badan

2.    Ciri-ciri ikan Diskus yang baik
a.       Harus sehat
b.      Sisik tersusun rapi
c.       Sisik tidak cacat ditunjang dengan bentuk yang bulat
d.      Gerakannya wajar/normal, tidak bergerak miring atau lamban
e.       Mata menonjol normal, tidak melotot keluar
f.       Matang gonad atau siap memijah
3.    Ciri-ciri ikan Diskus yang siap mijah
Ikan diskus yang siap mijah umumnya ditandai dengan memisahkan diri dari rekan-rekannya dalam satu wadah pemeliharaan (seperti pada gambar 4). Ikan diskus tergolong ikan yang setia pada pasangannya, karena itu ikan diskus tidak bisa dipijahkan selain dari pasangannya tersebut.
Pasangan ini lalu kita pisahkan ditempat tersendiri dan terus diamati. Pasangan yang lengket terus sudah cukup sebagai jaminan bahwa mereka jantan dan betina. Calon induk jantan harus berumur 15 bulan, sedangkan induk betina berumur 12 bulan sehingga layak untuk dipijahkan.

4.    Proases pemijahan
Pasangan induk ditempatkan dalam aquarium pemijahan, dalam 3-10 hari kemudian biasanya proses perkawinan mulai berlangsung. Pasangan induk diskus saling berenang mengitari pasangannya, pada saat tersebut warna diskus akan terlihat sangat intensif, sirip-sirip mengembang penuh dan matanya terlihat berbinar, kemudian mereka akan menentukan tempat nertelur berupa pipa PVC, pot bunga atau pecahan-pecahan genting atau keramik. Setelah itu pasangan diskus akan mulai meletakan telurnya, setelah telur pertama diletakkan, diskus jantan akan membuahinya selama beberapa jam, induk yang dipersiapkan dengan baik akan menghasilkan 150 - 300 butir telur. Setelah proses pemijahan berakhir, pasangan diskus akan menunggui telurnya, mereka akan mengipasi telur tersebut dengan sirip dada, untuk mencegah adanya kotoran atau spora jamur yang melekat selama menjaga telurnya, induk tetap harus diberi pakan dan kondisi aquarium harus terlihat bersih. Dalam waktu 6 hari sejak peletakan telur, telur akan menetas menjadi larva-larva kecil, yang kemudian akan berkembang menjadi diskus dewasa.
5.    Penetasan Telur
Seperti ikan Chiclid lainnya, ikan diskus bersifat menempelkan telurnya pada suatu benda atau substrat. Oleh karena itu tempat pemijahan harus diberi potongan paralon atau benda lain yang permukaannya halus sebagai tempat menempelnya telur. Telur ikan diskus akan menetas dalam waktu 40 - 60 jam sejak dibuahi. Induk ikan diskus tersebut bisa dijadikan inang asuh apabila hanya bisa bertelur tetapi tidak mampu merawat telurnya dengan baik. Penetasan telur terkadang tidak terjadi secara serentak, telur bisa sampai 8 hari baru menetas. Bila dalam waktu lama (4 hari) telur belum menetas juga, induk diskus akan gelisah sehingga akan memakan telurnya. Memang sifat kanibalisme yang timbul pada induk ini bukan karena induk terlalu sayang pada keturunannya, namun juga ada sebab lain. Misalnya karena kualitas air yang kurang bagus, adanya suara berisik dari luar, nervous melihat orang mondar-mandir dilingkungan sekitarnya, dan sebagainya. Untuk itu tingkat penetasan telur (SR) pada ikan diskus diperkirakan mencapai 50% dari jumlah telur yang terbuahi. Namun hal tersebut tidak mutlak sebagai landasan dalam budidaya ikan diskus, mortalitas pada telur akan semakin tinggi apabila perlakuan kita kurang intensif dalam menjaga kualitas air serta menjaga lingkungan sekitar agar tetap aman dan tidak berisik. Natalitas yang tinggi dapat kita peroleh apabila perlakuan yang kita terapkan dalam proses pemijahan ikan diskus sesuai dengan kriteria yang diinginkan ikan diskus.
6.    Perkembangan Telur
a.    40 jam pertama
Pada tahap ini, telur-telur mulai menunjukkan perkembangannya. Pada telur yang semula berwarna kuning sampai merah transparan mulai terlihat bintik hitam tepat di tengahnya. Bintik hitam ini merupakan bintik mata pada benih ikan diskus. Hal ini menandakan bahwa telur-telur tersebut terbuahi dengan baik. Telur yang tidak terbuahi akan tetap terlihat transparan, yang kemudian akan memutih dan membusuk.
b.    55 jam pertama
Pada tahap ini telur-telur akan menetas, awalnya kulit telur akan menipis kemudian larva-larva yang telah berkembang penuh akan membuat gerakan seperti getaran halus, menembus membran kulit telur. Bagian ekor larva terlihat mencuat keluar dan bergerak dengan motil. Larva-larva tersebut tetap melekat pada substratnya.
c.    Hari ke-4
Pada tahap ini, terlihat kemajuan pada perrtumbuhan larva. Pasangan induk akan memindahkan sekumpulan larva baik sebagian maupun seluruhnya. Umumnya induk tersebut akan memilih tempat yang aman bagi larva-larva tersebut.
d.   Hari ke-5
Pada tahap ini aktivitas larva semakin meningkat, ditandai dengan sering bergeraknya larva keluar dari kumpulannya. Pasangan induk diskus akan sibuk mengumpulkan larva-larva yang tercerai-berai dan mengembalikannya ke kumpulan mereka.
e.    Hari ke-6
Pada tahap ini, larva sudah cukup kuat untuk berenang bebas. Dimulai dengan satu-dua ekor yang mulai berenang dari substrat ke tubuh induknya. Larva-larva tersebut akan memperoleh makanan dari induknya yaitu berupa lendir yang di produksi oleh induk diskus serta memperoleh perlindungan dari induknya.
7.    Pemeliharaan Larva
Untuk mendapatkan benih diskus yang berkualitas baik, harus diperhatikan cara penetasan telur dan perawaatan benihnya. Ikan diskus tidak sepenuhnya dapat mengasuh anaknya, ada diskus yang tidak dapat mengasuh anaknya. Hal ini sulit untuk diketahui penyebab utamanya, untuk itu dalam pemeliharaan larvanya diterapkan tiga cara dalam pemeliharaan larva diskus diantaranya adalah :
a.    Pemeliharaan larva secara alami
Telur yang dijaga oleh induknya pada saat penetasan. Dua hari setelah menetas larva diskus sudah dapat bergerak meskipun belum terarah. Larva diskus akan menempel pada induk untuk memakan lendir yang dihasilkan induknya hal ini berlangsung selama lima sampai tujuh hari. Kemudian setelah berumur satu minggu mulai diberi makanan hidup Artemia sampai diskus bisa memakan kutu air baru dihentikan dan diganti dengan pemberian cacing darah sampai ikan dewasa atau berumur 1 bulan. Pada gambar 5 memperlihatkan induk ikan diskus merawat anaknya, benih ikan diskus tersebut selalu bergerak mengikuti induknya dengan memakan lendir yang diproduksi oleh induk ikan diskus itu.
b.    Pemeliharaan larva dengan Inang asuh
Penetasan telur secara buatan telur dipisahkan dari induknya kemudian telur akan menetas 2 - 3 hari, setelah larva berumur dua hari larva dipindahkan dari akuarium penetasan dengan cara disifon.
Ambil ± 5 ekor larva kemudian masukkan kedalam akuarium induk yang sedang mengasuh anaknya yang ukurannya hampir sama dengan larva yang akan dimasukkan. Apabila setelah tiga menit larva tidak dimakan oleh induk tersebut dan dapat menempel pada tubuhnya, maka larva yang lain dapat dimasukkan kedalam akuarium tersebut.
c.    Pemeliharaan larva secara buatan
Larva yang sudah dapat berenang dipindahkan kedalam baskom plastik dengan cara disifon, secara berlahan-lahan larva yang ada dibaskom dimasukkan kedalam akuarium pemeliharaan larva, pada tahap awal makanan yang diberikan adalah kuning telur yang sudah direbus dicampur dengan Rotifera yang sudah dikeringkan, bila akan diberikan pada larva harus dicampur terlebihdahulu dengan putih telur, agar makanan tersebut lebih lama menempel pada pinggir media pemeliharaan. Makanan diberikan 12 kali sehari atau dilakukan setiap tiga jam sekali selama 2 – 3 hari, hingga larva bisa makan Artemia.
G.    PAKAN IKAN DISKUS
Gambar 3. Pakan ikan Diskus (http://rockydiscus.blogspot.com/
Ikan discus merupakan ikan Karnivora, namun makanan yang berasal dari campuran daging dan nabati juga disukai. Tubifex atau cacing darah baik hidup, kering dan beku sangat disukai oleh Discus. Beberapa toko ikan hias juga menyediakan makanan dagang (pellet) yang khusus buat Discus. Adapun makanan yang umum dengan makan yaitu kutu air, cuk, cacing (makanan buatan) yang ada dipasaran.
Pemberian pakan yang paling baik pada ikan diskus dapat membuahkan diskus yang tumbuh dengan sehat serta bisa berkembang biak. sebaliknya, jika pemberian pakan pada diskus tidak dikerjakan dengan teratur serta serius, maka diskus yang dihasilkan dapat mengecewakan.  Di alamnya, diskus adalah pemakan semua. pakan yang dimakan amat beragam, dari larva-larva serangga, beragam type cacing, hingga buah-buahan yang terjatuh dari pohonnya yang menutupi sungai.  dari info ini, kita mulai bisa berfikir tentang variasi pakan yang pas pada ikan diskus. perihal ini dikerjakan dikarenakan tak ada satu resep baku tentang pengertian pakan yang baik untuk diskus.  Info yang lain yang pantas jadi pertimbangan anda adalah kandungan protein sebagai sumber tenaga pada ikan diskus sebesar 30-45 persen dari keseluruhan pakannya. disamping itu, tubuh diskus memerlukan vit. serta mineral. vit. berperan sebagi katalisator didalam sistem metabolisme tubuh. namun mineral berperan sebagai sistem pembentuk jaringan tubuh serta menjaga keseimbangan osmosis. tetapi, jumlah yang diperlukan relatif kecil.  Pakan yang ada sekarang ini bisa dibedakan jadi 2 type menurut asal-usulnya, yakni pakan alami serta pakan buatan. pakan alami datang dari sumber-sumber alami di sekitar habitat asli ikan, layaknya cacing, larva, serangga sampai tumbuhan air. tetapi, pemberian pakan dengan alami mempunyai sebagian efek pembawa beragam bibit penyakit akibat banyaknya pencemaran lingkungan sekarang ini. namun pakan buatan adalah pencampuran beragam type kandungan serta nutrisi yang diperlukan ikan gunakan pengolahan oleh manusia. umumnya, pakan buatan memiliki kandungan unsur-unsur tambahan serta obat-obat spesifik layaknya pembangkit warna.
1. Beberapa jenis pakan alami
a.    Infusoria serta rotifera adalah type mikroorganisme yang kerap dipakai pada pakan burayak ikan. berlebihan dari pakan ini adalah amat pas dipakai pada burayakdiskus dikarenakan ukurannya yang renik.
b.    Kutu air adalah type udang-udangan yang tetap primitif. berlebihan pakan ini adalah jadi pilihan ke-2 sesudah infusoria yang dipakai sebagai pakan burayak diskus diakrenakan ukutrannya yang relative lebih kecil.
c.    Cacing tubifex adalah nama lain dari cacing sutera. berlebihan dari cacing ini mempunyai kandungan yang kaya dapat mineral, lemak serta protein. tetapi, banyak yang menduga cacing ini jadi penyumbang penyakit terbesar pada ikan dikarenakan area pengembangbiakannya yang kotor.
d.   Blood worm adalah larva dari lalat chironomus yang alami pembusukan hebat. berlebihan dari pakan ini mempunyai protein yang banyak serta umumnya telah dibekukan (fozen)  hingga gampang dalam pemakaiannya.
e.    Jentik nyamuk adalah hasil penetasan dari telur yang dihasilkan oleh nyamuk berlebihan dari pakan ini adalah kandungan protein yang tinggi serta bisa dikembangbiakan sendiri melewati budi daya jentik nyamuk.
f.     Telur udang adalah telur udang galah serta lobster yang dikembangkan sebagai pakan ikan umumnya dipakai didalam wujud beku. berlebihan dari pakan ini adalah jumlah pigmen yang besar sebagai pembangkit warna alami serta pemacu kesuburan ikan.
g.    Artemia adalah planktonik yang hidup di perairan berkadar garam tinggi. berlebihan dari pakan ini adalah mempunyai kandungan nutrisi yang tinggi, yakni lemak 25% serta protein 50%. disamping itu, artemia dinilai sebagai pakan alami yang steril serta bebas penyakit. tetapi, harga nya relatif lebih mahal dari pada pakan yang lain.  
2.  Beberapa jenis pakan buatan :
Pakan komersial adalah pakan yang dibikin oleh manusia memakai teknologi terbaru yang mempunyai kandungan nutrisi yang lengkap. umumnya pakan ini dibungkus didalam kemasan spesial serta bisa bertahan didalam kurun waktu yang cukup lama. tetapi, pakan ini dapat bikin diskus memerlukan waktu perkembangan yang lebih lama dari pada umumnya.  Burger diskus adalah pakan hasil olahan beragam jenis bahan makanan yang selanjutnya jadi pakan dengan komposisi nutrisi yang pas. kandungan pada pakan ini mempunyai banyak protein, mineral, sedikit lemak, sedikit karbohidrat, sedikit serat, serta vit..  Sesudah anda mengetahui type pakan yang pas untuk ikan diskus peliharaan anda, ada banyak hal lagi yang perlu anda cermati saat menjaga kesehatan ikan diskus. salah satunya, frekuensi pemberian pakan tiap-tiap hari mesti sesuai dengan nilai frekuensi penggantian air. disamping itu, pemberian pakan yang teratur serta tidak terlalu berlebih.
H.    PENYAKIT PADA IKAN DISKUS
Ikan Diskus juga dapat terserang penyakit karena kualitas air yang buruk atau pakan yang membawa penyakit. Berdasarkan penyebabnya, penyakit yang menyerang diskus dibagi menjadi 2 macam, yaitu penyakit parasite dan non parasite.
1.    Penyakit Parasiter
Penyakit parasiter adalah penyakit yang timbul karena parasit. Contoh penyakit ini adalah :
a.    Gill Worm atau penyakit insang
Penyakit insang ini menyerang pada bagian insang ikan, esehingga mengakibatkan ikan tidak bisa bernafas atau mengap-mengap. Obat yang biasa digunakan untuk mengatasi penyakit insang adalah dengan menggunakan larutan formalin 35-40%, garam dapur (NaCI), atau PK ( Kalium permanganat).
b.     NDD (new diskus disease)
Penyakit NDD juga dikenal dengan nama discus plague atau velvet. Penyakit ini disebabkan oleh komplikasi beberapa bakteri dan virus. Penyebab penyakit NDD akan menembus lendir pertahanan diskus kemudian mengambil sari makanan dari sel-sel kulit yang rusak dan mengambil cairan tubuh. Akibatnya diskus menjadi lemas dan kemudian mati. Penyakit ini dapat diobati dengan beberapa cara, yaitu :
1). menggunakan larutan PK dengan dosis 0,6 g per 100 liter air
2). kombinasi 1,5-2 g chloramfenicol (antibiotik), 0,2-0,3 acriflavine (antiprotozoa), dan 3-4 sendok makan garam dapur.
3). Kombinasi 2 g oxytetracyclin, 0,2-0,3 g acriflavine, dan 3-4 sendok makan garam dapur,
4). Kombinasi 4 g neomycin sulphate, 250 mg nitrofuratoin atau makrofuran, dan 3-4 sendok makan garam dapur.
5). Kombinasi 1 g ciprofloxacin, 11 tete copperformalin (antiprotozoa), dan 3-4 sendok makan garam dapur.
c.    White Spot
White spot merupakan penyakit yang dialami hampir semua jenis ikan. Penyakit white spot ditandai oleh munculnya bintik putih pada ekor, sirip, permukaan tubuh, mata, atau insang. White spot dapat menyerang diskus karena kualitas air yang jelek. Cara menangani penyakit ini dapat dilakukan dengan mengganti air setiap hari dan menaikkan suhu air hingga 33oC, atau dengan menggunkan 0,3 g acriflavine untuk setiap 100 liter air atay blitz ich sesuai takaran yang tertera.
2.    Penyakit Nonparasiter
enyakit nonparasiter adalah penyakit yang tidak disebabkan oleh parasit, misalnya karena kekurangan oksigen, terlalu banyak makan, masalah nutrisi, keracunan obat, atau perubahan pH. Berikut ini adalah beberapa penyakit nonparasiter yang biasa menyerang diskus.
a. Iritasi air
Pergantian air yang mendadak dapat menyebabkna iritasi air. Penyakit ini ditandai oleh rusaknya ujung sirip atau ekor. Untuk mengatasi penyakit ini sebaiknya penggantian air akuarium dilakukan secara perlahan, yaitu dengan mengganti ¾ air lama dengan air baru.

b. Keracunan obat
Keracunan obat terjadi karena pemberian obat yang melebihi dosis atau obat yang sudah kadaluarsa. Akibatnya penyakit yang diderita diskus semakin parah. Untuk mencegah penyakit ini sebaiknya pemberian obat sesuai dosis yang dianjurkan.
c. Kekurangan Oksigen
Sistem aerasi yang tidak memadai serta populasi ikan yang terlalu padat dapat menyebabkan ikan mengalami kekurangan oksigen. Cirinya adalah pernapasan ikan menjadi memburu dan mengap-mengap. Penanggulangannya adalah mengganti sistem aerasi atau mengurangi kepadatan ikan.
d. Terlalu banyak makan
Diskus yang terlalu banak makan akan menyebabkan perutna menggelembung dan susah buang air. Penyakit ini dapat ditanggulangi dengan menaikkan suhu air hingga mencapai 33oC atau dengan menambahkan 5 sendok makan garam untuk setiap 100 liter air.
c. pH shock
perubahan derajat keasamman atau pH air dapat menimbulkan pH shock akibatnya diskus kehilangan keseimbangan. Cara mengatasi pH shock adalah dengan mengganti air akuarium dengan air yang pH –nya sesuai (6,3-6,8), kemudian diberi 5 sendok makan garam dapur dan 1 g acriflavine atau methylene blue untuk setiap 100 liter air.
I.       MANFAAT IKAN DISKUS
Karena bentuk tubuhnya yang unik serta warna yang bervariasi juga terdapat corak warna atau pun garis-garis pada tubuhnya, ikan ini dimanfaatkan sebagai ikan hias, jika ditempatkan pada aquarium  maka akan terlihat cantik. Aquarium ikan diskus ini dapat dijadikan sebagai pajangan atau hiasan di dalam rumah menambah kecantikan rumah.
,
DAFTAR PUSTAKA
Aswar. 2012. Makalah Budidaya Ikan Diskus (Symphysodon discus). http://aswarpunyainfo.blogspot.com/2012/11/Makalah-Budidaya-Ikan-Discus-Symphysodon-discus.html. Diakses pada tanggal 12.26, puku; 07.00 WIB. 
Begindang. 2013. Penyakit dan Penanggulangan pada Ikan Diskus. http://www.begindang.com/2013/12/penyakit-dan-penanggulangan-pada-ikan-diskus.html. Diakses pada tanggal 12-12-2013, pukul 20,00 WIB.
Buckley, J., Maunder, R. J., Foey, A., Pearce, J., Val, A. L. and Sloman, K. A. (2010). Biparental mucus feeding: a unique example of parental care in an Amazonian cichlid. J. Exp. Biol. 213, 3787–3795.
Direktirat Pengembangan Produk Nonkonsumsi-Ditjen. 2011. Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan. Jakarta : Perikanan Kementrian dan Perikanan.
Hamzah, bauzad. 2012. Teknologi Akuakultur 48. http://bauzadhamzah.blogspot.com/2012/08/membuat-pakan-ikan.html. Diakses pada tanggal 26-12-2013, pukul 07.00 WIB.
Loiselle, Paul V. (1995). The Cichlid Aquarium. Germany: Tetra Press. 
Rocky. 2013. Ikan Hias Pakan Diskus. http://rockydiscus.blogspot.com. Diakses pada tanggal 12-12-2013, pukul 20.00 WIB.
Sands, D (1994) A fishkeepers guide to Central American cichlids. Tetra Press. Belgium pg 59-60.
Wikipedia. 2013. Ikan Discus. http://ms.wikipedia.org/wiki/Discus_(ikan). Diakses pada tanggal 12-12-2013, pukul 20.00 WIB.











                                                                                                                      












                                                                                                                      

1 comment:

  1. Thanks infonya jangan lupa kunjugi https://bit.ly/2x65FvF

    ReplyDelete